Salak pondoh varietas asli khas Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kini mendapatkan perhatian khusus melalui peluncuran program pelestarian dan sertifikasi tanaman unggul daerah. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pertanian secara resmi membuka kawasan kebun induk konservasi guna menyelamatkan genetik asli buah salak berrasa manis renyah ini dari ancaman kepunahan. Pembukaan lahan konservasi ini bertujuan untuk mempertahankan kelestarian varietas tanaman lokal unggulan serta menyediakan bibit salak murni bermutu tinggi bagi para petani. Kualitas cita rasa khas salak Banjarnegara tetap terjaga.
Program perlindungan tanaman salak pondoh ini melibatkan kerja sama erat dengan para peneliti ahli pemuliaan tanaman dari badan riset nasional dan universitas terkemuka. Melalui penerapan teknologi budidaya organik dan teknik penyerbukan bunga secara teratur, kebun induk konservasi mampu menghasilkan bibit salak yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan perubahan cuaca ekstrim. Para petani di sentra-sentra produksi salak Banjarnegara diberikan bantuan bibit tersertifikasi secara gratis beserta pendampingan teknik perawatan tanaman yang baik dan benar. Produktivitas panen buah dipastikan meningkat pesat.
Peningkatan mutu produksi buah salak pondoh asli Banjarnegara ini membawa dampak gembira bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para petani buah lokal. Salak hasil panen petani kini memiliki daya tahan simpan yang lebih lama serta tampilan fisik buah yang lebih mulus, sehingga sangat disukai oleh para pedagang grosir dan pengelola swalayan luar daerah. Selain dijual sebagai buah segar, sebagian hasil panen juga mulai diolah oleh UMKM lokal menjadi berbagai produk olahan bernilai tinggi seperti keripik salak, manisan, dan sirup buah. Nilai tambah ekonomi buah salak melonjak tinggi.
Pemerintah daerah juga gencar mempromosikan kawasan perkebunan buah salak di Banjarnegara sebagai destinasi agrowisata petik buah mandiri yang menarik bagi keluarga. Para wisatawan yang datang diajak menjelajahi asrinya kebun salak, memetik buah langsung dari pohonnya, serta menikmati sajian kuliner olahan buah salak khas desa. Pemasaran buah secara langsung di lokasi perkebunan memberikan harga jual terbaik bagi petani tanpa perlu memotong biaya perantara. Sektor agrowisata daerah berkembang sangat pesat dan berkelanjutan.
Langkah strategis pelestarian varietas salak lokal di Kabupaten Banjarnegara ini diharapkan dapat menjaga kedaulatan komoditas buah unggulan tanah air dari gempuran buah impor. Sertifikasi Indikasi Geografis yang telah diraih menjadi perlindungan hukum resmi atas otentisitas dan kualitas unggul salak asli Banjarnegara di pasar nasional maupun internasional. Dukungan penuh dari seluruh pihak menjadi kunci utama kejayaan buah lokal Indonesia. Salak Banjarnegara kini terus melaju menjadi komoditas buah kebanggaan Jawa Tengah.