Leak (dibaca Léak) adalah sosok makhluk mitologi yang sangat ditakuti di Bali. Leak bukanlah hantu, melainkan manusia yang mempraktikkan ilmu hitam kuno untuk mencapai kekebalan dan kekuatan supernatural. Puncak dari kekuatan ilmu hitam ini adalah kemampuan untuk melakukan Transformasi Leak yang mengerikan, yaitu melepaskan kepala dari tubuhnya sambil membawa serta organ-organ dalam yang menjuntai.
Fenomena pelepasan kepala dan organ ini menjadi inti dari legenda Leak. Menurut kepercayaan, Transformasi Leak terjadi pada malam hari, saat mereka mencari korban, biasanya wanita hamil atau bayi, untuk dihisap darahnya demi mempertahankan kesaktian. Organ-organ dalam yang menjuntai itu dipercaya bersinar dalam gelap, menambahkan aura seram dan membedakannya dari makhluk gaib lainnya.
Kemampuan untuk melepaskan kepala dan tubuh ini melambangkan pemisahan jiwa (roh) dari raga secara fisik. Dalam pandangan mistis, ini menunjukkan tingkat kesaktian yang sangat tinggi dan kemampuan mengendalikan energi spiritual. Proses Transformasi Leak ini membutuhkan ritual yang rumit, termasuk membaca mantra khusus dan melakukan meditasi di tempat-tempat keramat, seperti kuburan (setra).
Kisah Transformasi Leak ini juga berfungsi sebagai pelajaran moral di masyarakat Bali. Sosok Leak seringkali digambarkan sebagai perwujudan ilmu hitam yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, jauh dari ajaran Dharma. Mitos ini adalah pengingat akan bahaya dari godaan kekuasaan instan yang diperoleh melalui cara-cara yang melanggar hukum alam dan spiritual.
Visualisasi Leak dengan kepala terlepas sangat efektif dalam menanamkan ketakutan. Secara psikologis, penggambaran organ tubuh yang menggantung menimbulkan rasa jijik dan teror mendalam. Inilah mengapa cerita tentang Leak sangat efektif dalam menjaga anak-anak agar tidak berkeliaran di malam hari atau mendekati tempat-tempat yang dianggap keramat dan berbahaya.
Dalam perkembangannya, sosok Leak juga diinterpretasikan dalam seni pertunjukan dan patung Bali. Meskipun menakutkan, Transformasi Leak menjadi inspirasi artistik yang kaya. Patung dan ukiran Leak seringkali dipajang sebagai ornamen, tidak hanya sebagai penangkal, tetapi juga sebagai pengakuan terhadap kekuatan mitologi yang tak terpisahkan dari budaya Bali.
Mitos Leak menunjukkan betapa kaya dan kompleksnya warisan spiritual di Bali. Di balik keindahan alam dan keagungan budaya, terdapat sisi mistis yang dijaga oleh cerita-cerita folklor yang diwariskan turun-temurun. Cerita ini mengajarkan keseimbangan antara sekala (nyata) dan niskala (gaib).