Petualangan Kuliner dan Sejarah di Banjarnegara: Mengupas Tuntas Keunikan Jawa. Tersembunyi di balik pegunungan Jawa Tengah, Banjarnegara adalah sebuah kabupaten yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam yang indah. Daerah ini adalah destinasi sempurna untuk sebuah petualangan kuliner yang otentik, dipadukan dengan eksplorasi jejak-jejak sejarah yang kaya. Memulai perjalanan di sini berarti menyelami keunikan budaya Jawa yang masih lestari.
Salah satu kuliner khas Banjarnegara yang wajib dicoba adalah Dawet Ayu Banjarnegara. Minuman segar ini terbuat dari santan, gula merah cair, dan cendol hijau yang terbuat dari tepung beras. Rasanya manis, gurih, dan sangat menyegarkan, cocok diminum kapan saja. Konon, nama “Ayu” diambil dari penjualnya yang cantik atau memang berarti “cantik” dalam bahasa Jawa. Sebuah festival Dawet Ayu Banjarnegara diadakan setiap tahunnya untuk mempromosikan minuman legendaris ini. Pada festival terakhir yang diselenggarakan pada 11 Mei 2025 di Alun-Alun Banjarnegara, sekitar 10.000 gelas Dawet Ayu terjual habis dalam waktu kurang dari lima jam, menunjukkan popularitasnya yang luar biasa. Ini adalah awal yang sempurna untuk petualangan kuliner Anda.
Tak hanya dawet, Banjarnegara juga punya Mendoan Tempe yang berbeda. Meskipun mendoan banyak ditemukan di Jawa Tengah, versi Banjarnegara memiliki kekhasan tersendiri, yaitu tempe yang dipotong tipis dan digoreng setengah matang dengan balutan tepung berbumbu. Rasanya renyah di luar dan lembut di dalam, paling nikmat disantap hangat dengan cabai rawit atau sambal kecap. Para pedagang mendoan dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota, salah satunya di sepanjang Jalan Pemuda.
Selain kelezatan kuliner, petualangan kuliner di Banjarnegara juga tak lepas dari nilai sejarahnya. Misalnya, di kawasan dataran tinggi Dieng yang masuk sebagian wilayah Banjarnegara, Anda bisa menemukan kompleks Candi Arjuna, peninggalan Mataram Kuno. Candi-candi ini bukan hanya situs arkeologi, tetapi juga mencerminkan peradaban Jawa kuno yang sarat makna. Pada kunjungan terakhir tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah pada awal April 2025, ditemukan beberapa inskripsi kecil di salah satu candi yang masih dalam tahap penelitian.
Kemudian, ada juga Kentang Dieng, produk pertanian unggulan yang banyak diolah menjadi keripik atau camilan khas. Menikmati keripik kentang sembari memandang hamparan kebun kentang di Dieng menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata di Banjarnegara.
Melakukan petualangan kuliner dan sejarah di Banjarnegara adalah cara terbaik untuk merasakan denyut nadi budaya Jawa yang otentik. Dari cita rasa manis Dawet Ayu hingga kemegahan candi-candi kuno, Banjarnegara menawarkan pengalaman yang lengkap dan memuaskan bagi para pelancong yang ingin mengupas tuntas keunikan Jawa.