Sebuah kecelakaan bus tunggal terjadi di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, pada hari Minggu, 11 Mei 2025, sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden nahas yang melibatkan sebuah bus pariwisata ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka. Dugaan kuat penyebab kecelakaan bus ini adalah pengemudi mengalami mikrosleep atau tertidur sesaat saat mengendarai kendaraan.
Kecelakaan bus yang terjadi di Jalan Raya Banjarnegara-Wonosobo, tepatnya di Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, ini melibatkan bus dengan nomor polisi R 1234 AB yang membawa rombongan wisatawan. Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya kendaraan lain yang terlibat dalam insiden ini. Jejak ban di lokasi kejadian menunjukkan bus tiba-tiba oleng ke kiri sebelum akhirnya terperosok dan terguling di bahu jalan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjarnegara, AKP Budi Santoso, S.H., M.H., saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Minggu pagi, menyampaikan bahwa pihaknya menduga kuat pengemudi bus mengalami mikrosleep. “Dari keterangan beberapa penumpang dan analisis di lokasi, tidak ada indikasi bus menghindari kendaraan lain atau mengalami masalah teknis. Kemungkinan besar pengemudi kehilangan konsentrasi akibat kelelahan dan tertidur sesaat,” ujar AKP Budi Santoso.
Dalam kecelakaan bus ini, dilaporkan sebanyak 15 orang penumpang mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga berat. Seluruh korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, sopir bus yang diketahui berinisial DW (42 tahun) juga mengalami luka dan masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Lebih lanjut, AKP Budi Santoso mengimbau kepada seluruh pengemudi, terutama pengemudi kendaraan umum, untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima saat berkendara. Istirahat yang cukup sangat penting untuk menghindari mikrosleep yang dapat berakibat fatal. Pihaknya juga mengimbau para pengusaha otobus untuk lebih memperhatikan jam kerja dan kondisi kesehatan para pengemudinya demi keselamatan penumpang.
Insiden kecelakaan bus akibat dugaan mikrosleep ini menjadi pengingat akan bahaya kelelahan saat berkendara. Pihak kepolisian akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian sempat tersendat akibat proses evakuasi, namun berangsur normal setelah bangkai bus berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.00 WIB.