Bencana alam dahsyat kembali menerjang kawasan pemukiman warga di wilayah lereng pegunungan Kabupaten Banjarnegara. Peristiwa kerusakan rumah tinggal warga desa terjadi secara mendadak akibat dihantam material pergerakan tanah longsor pasca hujan deras. Tebing tanah setinggi puluhan meter ambrol dan menimbun beberapa unit bangunan rumah hingga rata dengan tanah dalam hitungan detik. Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari ancaman bahaya longsor susulan yang masih mengintai.
Hujan deras dengan durasi sangat panjang menyebabkan struktur tanah perbukitan menjadi sangat jenuh air dan kehilangan daya cengkeram alaminya. Suara gemuruh keras terdengar sebelum runtuhan material tanah dan batu menyapu permukiman yang berada tepat di bawah lereng terjal tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena warga sempat melarikan diri setelah menyadari adanya tanda-tanda retakan pada dinding rumah. Kendati demikian, kerugian materiil yang dialami warga akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan lokal bergerak cepat melakukan evakuasi serta pembersihan material tanah di lokasi bencana. Penanganan kasus kerusakan rumah warga kini difokuskan pada penyediaan tempat pengungsian sementara yang layak beserta pemenuhan kebutuhan logistik harian korban. Bantuan makanan, pakaian bersih, selimut, dan sarana medis mulai disalurkan secara merata ke posko pengungsian desa. Tim psikologi juga dihadirkan untuk memberikan pendampingan penanganan trauma bagi anak-anak dan lansia terdampak musibah.
Petugas geologi dari dinas terkait yang melakukan pemeriksaan di lokasi menyatakan bahwa struktur tanah di kawasan desa tersebut sudah tidak layak untuk ditempati. Pergerakan tanah aktif masih terus terjadi sehingga wilayah permukiman tersebut direkomendasikan untuk dikosongkan secara permanen demi keselamatan jiwa. Pemerintah daerah didesak untuk segera merencanakan program relokasi permukiman bagi puluhan KK terdampak ke area yang lebih aman. Penataan kawasan rawan bencana berbasis pemetaan geologi harus diterapkan secara ketat oleh pemerintah kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berjanji akan mengalokasikan dana tanggap darurat untuk membantu perbaikan serta pembangunan rumah baru bagi para korban di lokasi relokasi. Sinergi dengan pemerintah pusat dan lembaga kemanusiaan akan terus digalang guna mempercepat proses pemulihan kehidupan warga desa. Musibah kerusakan rumah akibat bencana tanah longsor ini menjadi pengingat penting akan besarnya risiko bermukim di kawasan lereng terjal rawan bencana. Kesiapsiagaan bencana dan kesadaran lingkungan harus terus ditingkatkan oleh seluruh warga masyarakat.