Kegigihan Tukang Panggul Nabung untuk Pergi Haji di Banjarnegara

Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, di mana seorang tukang panggul menunjukkan kegigihan luar biasa dalam mewujudkan impiannya untuk pergi haji. Meskipun berprofesi sebagai buruh panggul dengan penghasilan yang tidak seberapa, semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini tak pernah padam. Dengan menyisihkan sebagian kecil penghasilannya setiap hari selama bertahun-tahun, ia perlahan tapi pasti mengumpulkan bekal untuk pergi haji. Kisah perjuangannya ini menjadi teladan bagi banyak orang tentang arti kesabaran dan keyakinan dalam meraih cita-cita untuk pergi haji.

Adalah Bapak Slamet (58 tahun), seorang tukang panggul di Pasar Kota Banjarnegara, yang memiliki tekad kuat untuk membulatkan tekatnya. Setiap hari, sejak subuh hingga sore, ia bekerja keras memanggul berbagai macam barang dagangan untuk membantu para pedagang di pasar. Upah yang ia terima tidaklah besar, namun sebagian kecilnya selalu ia sisihkan ke dalam sebuah celengan bambu sederhana. Impian untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci dan pergi haji menjadi motivasi utamanya dalam menjalani pekerjaan yang berat ini.

Menurut penuturan Bapak Slamet pada Rabu, 16 April 2025, saat ditemui di sela-sela pekerjaannya di pasar, ia telah menabung sedikit demi sedikit selama lebih dari 15 tahun. “Niat saya sudah bulat untuk pergi haji. Meskipun penghasilan saya pas-pasan, saya yakin jika ada kemauan pasti ada jalan. Setiap hari saya usahakan menyisihkan beberapa ribu rupiah. Alhamdulillah, berkat ketekunan dan bantuan dari beberapa orang baik, tabungan saya sudah mencukupi untuk biaya pergi haji,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah kegigihan Bapak Slamet ini telah menginspirasi banyak orang di sekitarnya. Para pedagang pasar dan sesama tukang panggul seringkali memberikan dukungan dan semangat kepadanya. Bahkan, beberapa di antara mereka turut membantu menyisihkan rezeki untuk mewujudkan impian Bapak Slamet pergi haji. Rencananya, Bapak Slamet akan mendaftar keberangkatan haji tahun depan. Kisah ini membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat dan usaha yang gigih, impian setinggi apapun dapat diraih, termasuk impian mulia untuk pergi haji. Semangat dan ketekunan Bapak Slamet patut diacungi jempol dan menjadi contoh bagi kita semua.