Dataran Tinggi Dieng selalu menjadi magnet bagi para pecinta alam karena fenomena alamnya yang langka, namun tidak ada yang lebih ikonik daripada Golden Sunrise Sikunir. Terletak di Desa Sembungan, yang diklaim sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, Bukit Sikunir menawarkan pemandangan matahari terbit yang sangat istimewa. Disebut sebagai “Golden Sunrise” karena warna cahaya matahari yang muncul dari ufuk timur memiliki rona keemasan yang sangat bersih dan terang, berpadu dengan hamparan awan putih yang menyelimuti lembah di bawahnya, menciptakan ilusi seolah-olah Anda sedang berdiri di atas negeri di atas awan.
Untuk dapat menyaksikan Golden Sunrise Sikunir, pengunjung harus melakukan pendakian singkat sekitar 15 hingga 30 menit dari kaki bukit. Jalur pendakiannya sudah tertata dengan sangat baik menggunakan anak tangga batu yang aman bagi pendaki pemula maupun anak-anak. Perjuangan melawan udara dingin yang bisa mencapai titik beku di musim kemarau akan segera terbayar lunas begitu cahaya pertama muncul. Dari puncak bukit, Anda tidak hanya melihat matahari, tetapi juga siluet megah beberapa gunung di Jawa Tengah seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu yang berjajar indah di cakrawala.
Aktivitas menunggu Golden Sunrise Sikunir biasanya dimulai sejak pukul 04.30 pagi. Pengunjung disarankan menggunakan pakaian berlapis, sarung tangan, dan penutup kepala yang tebal karena suhu di Dieng sangat ekstrem. Sembari menunggu momen puncak, Anda bisa menikmati jajanan hangat seperti kentang goreng khas Dieng atau minuman purwaceng yang dijual oleh warga setempat di sepanjang jalur pendakian. Kehangatan interaksi dengan warga lokal dan sesama pendaki dari berbagai daerah menambah nilai kebersamaan dalam perjalanan berburu cahaya di langit Dieng yang sangat sakral dan memukau mata.
Pengelolaan kawasan Golden Sunrise Sikunir sudah sangat profesional dengan tersedianya area parkir yang sangat luas di tepi telaga Cebong, musala, dan toilet bersih. Akses jalan menuju Desa Sembungan juga sudah diaspal mulus, meskipun cukup berkelok dan menanjak tajam. Keberadaan objek wisata ini telah mengubah ekonomi warga desa menjadi lebih sejahtera melalui usaha penginapan (homestay) dan jasa pemandu wisata. Kebersihan di puncak bukit juga terus dipantau agar keindahan alam tetap terjaga dari sampah plastik, mengingat jumlah pengunjung yang bisa mencapai ribuan orang pada saat akhir pekan atau hari libur.