Gigi renggang dan rahang atas yang membesar adalah ciri khas yang sering terlihat pada penderita thalasemia. Perubahan ini membuat wajah mereka terlihat seperti tupai (chipmunk face). Kondisi ini bukan hanya sekadar masalah estetika, melainkan sinyal dari pembesaran sumsum tulang di area rahang. Gigi renggang adalah sinyal bahwa ada masalah mendasar yang harus segera ditangani, terutama pada anak-anak.
Penyebab utama dari gigi renggang ini adalah pembesaran sumsum tulang. Sumsum tulang, yang terletak di dalam tulang, adalah pabrik sel darah merah. Pada penderita thalasemia, produksi sel darah merah tidak efisien. Akibatnya, sumsum tulang bekerja ekstra keras dan membesar, terutama di area rahang atas. Pembesaran ini menekan dan mengubah struktur tulang, menyebabkan gigi renggang dan rahang atas membesar.
Selain gigi renggang dan rahang atas yang membesar, pembesaran sumsum tulang juga bisa menyebabkan tulang-tulang lain di wajah, seperti pipi dan dahi, menjadi menonjol. Kondisi ini secara kolektif dikenal sebagai “fasies thalasemia,” yang memiliki ciri khas berupa wajah yang unik. Hal ini juga bisa memengaruhi tulang-tulang lain di tubuh, yang membuatnya menjadi rapuh.
Dampak dari gigi renggang dan perubahan wajah ini tidak hanya memengaruhi fisik penderita thalasemia. Mereka mungkin merasa tidak percaya diri, minder, atau bahkan depresi karena penampilan fisik mereka. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional mereka, terutama pada anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh.
Untuk mengatasi gejala ini, dibutuhkan perawatan medis yang komprehensif. Transfusi darah rutin adalah salah satu perawatan paling efektif. Dengan transfusi, tubuh mendapatkan pasokan sel darah merah yang sehat, yang akan mengurangi kebutuhan sumsum tulang untuk bekerja ekstra keras. Hal ini dapat mencegah gigi renggang dan perubahan tulang lainnya menjadi semakin parah.
Selain transfusi darah, ada juga perawatan lain yang dapat membantu. Terapi kelasi besi adalah pengobatan yang digunakan untuk menghilangkan kelebihan zat besi dari tubuh, yang merupakan efek samping dari transfusi darah yang sering. Dengan terapi ini, organ-organ vital dapat berfungsi dengan lebih baik.
Dukungan emosional dan psikologis juga sangat penting. Penderita thalasemia membutuhkan lingkungan yang tenang dan penuh kasih. Orang tua dan keluarga harus memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang cukup, istirahat yang memadai, dan dukungan emosional. Ini akan membantu mereka merasa lebih nyaman.