Beberapa hari terakhir, jagat media sosial diramaikan oleh unggahan pesan berantai mengenai maraknya aksi kekerasan jalanan yang menyasar pengendara motor di wilayah Banjarnegara. Munculnya Isu Begal di Banjarnegara ini sempat menimbulkan kecemasan luar biasa di kalangan warga, terutama mereka yang sering pulang kerja pada malam hari. Menanggapi keresahan tersebut, jajaran Polres Banjarnegara segera melakukan langkah cepat dengan melakukan verifikasi lapangan dan penyelidikan mendalam guna memastikan kebenaran informasi yang beredar luas di grup-grup WhatsApp tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran pihak kepolisian, dapat dipastikan bahwa sebagian besar narasi yang menyebutkan adanya korban pembacokan oleh begal di beberapa titik adalah informasi palsu atau hoaks. Isu Begal di Banjarnegara tersebut ternyata bermula dari sebuah kecelakaan tunggal yang salah diinterpretasikan oleh warga, lalu dibumbui dengan narasi kriminalitas oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi mengenai aksi begal dengan kekerasan di titik-titik yang disebutkan dalam pesan viral tersebut. Meski demikian, kepolisian tidak menganggap remeh keresahan warga dan tetap meningkatkan patroli malam.
Penyebaran Isu Begal di Banjarnegara yang tidak berdasar ini sangat disayangkan karena dapat merusak citra keamanan daerah dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Polisi meminta warga untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya ke orang lain. “Saring sebelum sharing” harus menjadi prinsip utama agar tidak tercipta ketakutan kolektif yang tidak perlu. Pihak siber Polri juga tengah melacak akun-akun pertama yang menyebarkan informasi bohong tersebut guna diberikan edukasi serta tindakan hukum jika terbukti adanya unsur kesengajaan untuk menciptakan kegaduhan di masyarakat.
Walaupun dipastikan hanya hoaks, antisipasi terhadap kejahatan jalanan tetap dilakukan dengan menyiagakan Tim Resmob di jalur-jalur sepi. Warga diimbau untuk tidak berkendara sendirian di tempat gelap jika tidak mendesak sebagai langkah pencegahan umum. Jika melihat hal mencurigakan, segera lapor melalui aplikasi layanan darurat Polri, bukan justru membuat narasi sendiri di media sosial. Dengan adanya klarifikasi resmi ini, diharapkan ketenangan warga kembali pulih dan Isu Begal di Banjarnegara tidak lagi menjadi bola salju yang menakut-nakuti masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.