Tanah Longsor Tragis di Pekalongan: 17 Nyawa Melayang

Pekalongan – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Pekalongan setelah bencana tanah longsor menerjang wilayah pegunungan pada Selasa (22 April 2025) dini hari. Peristiwa nahas ini mengakibatkan 17 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Bencana tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang labil di area perbukitan diduga menjadi faktor utama terjadinya pergerakan tanah yang dahsyat ini. Desa Sumber Makmur, Kecamatan Kandangserang menjadi wilayah yang paling parah terdampak tanah longsor. Puluhan rumah warga tertimbun material longsor, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Proses evakuasi berlangsung sulit karena kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu. Kapolres Pekalongan, AKBP Agus Wijaya, di lokasi kejadian menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh personel untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Hingga Rabu (23 April 2025) pagi, tim SAR berhasil menemukan 17 jenazah yang telah teridentifikasi. Sementara itu, puluhan warga lainnya masih belum ditemukan dan diduga kuat tertimbun tanah longsor. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif dengan menggunakan alat berat dan melibatkan anjing pelacak.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menetapkan status tanggap darurat dan mendirikan posko pengungsian serta dapur umum untuk membantu para korban selamat. Bantuan logistik berupa makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan terus berdatangan dari berbagai pihak. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi bencana dan memberikan dukungan kepada para korban.

Bencana tanah longsor ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana alam di wilayah Indonesia, terutama saat musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana serupa. Pemerintah daerah juga diharapkan untuk terus melakukan upaya mitigasi dan sosialisasi terkait risiko bencana kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tanah longsor.