Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banjarnegara sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 26 April 2025, menyebabkan sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan. Akibatnya, akses terputus antar kecamatan dan aktivitas warga pun menjadi lumpuh. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Pagentan dan Wanayasa, di mana luapan Sungai Serayu dan Sungai Merawu merendam jalan utama yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, ketinggian air di beberapa titik mencapai satu meter lebih, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. “Kami menerima laporan pertama mengenai akses terputus ini sekitar pukul 07.00 WIB pagi ini. Tim kami sudah berada di lokasi untuk melakukan assessment dan membantu evakuasi warga yang terdampak,” ujar Kepala BPBD Banjarnegara, Bapak Aris Sudaryanto, saat memberikan keterangan melalui sambungan telepon.
Selain akses terputus antar kecamatan, banjir juga merendam ratusan rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Pagentan, Wanayasa, dan juga Mandiraja. Beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan pasar juga dilaporkan tergenang air. Akibatnya, aktivitas perekonomian dan pendidikan di wilayah terdampak menjadi terhambat. Petugas dari Satlantas Polres Banjarnegara yang dipimpin oleh Iptu Bambang Setiawan telah melakukan penutupan jalan di beberapa titik yang terendam banjir dan mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif, meskipun jalur tersebut juga mengalami kepadatan yang signifikan.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Sosial telah mendirikan posko pengungsian sementara di beberapa titik aman dan menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan kepada warga yang mengungsi. Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, yang meninjau langsung lokasi banjir pada Sabtu siang menyampaikan keprihatinannya dan berjanji akan segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat. “Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan warga yang terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Setelah banjir surut, kami akan segera melakukan pendataan kerugian dan merencanakan langkah-langkah pemulihan,” tegas Bupati Sutedjo.
Kondisi akses terputus ini diperkirakan akan berlangsung hingga banjir surut sepenuhnya. BPBD Banjarnegara mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca yang masih tidak menentu. Informasi terkini mengenai kondisi banjir dan jalur alternatif terus diupdate melalui media sosial dan radio lokal.